<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Si Pay</title>
	<atom:link href="http://payibnuyusuf.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://payibnuyusuf.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Oct 2009 07:30:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='payibnuyusuf.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catatan Si Pay</title>
		<link>http://payibnuyusuf.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://payibnuyusuf.wordpress.com/osd.xml" title="Catatan Si Pay" />
	<atom:link rel='hub' href='http://payibnuyusuf.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Nafsu dan Amarah</title>
		<link>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/10/10/nafsu-dan-amarah-2/</link>
		<comments>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/10/10/nafsu-dan-amarah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 07:30:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>payibnuyusuf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[marah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://payibnuyusuf.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[SALAMABLOGSPOT.COM Suatu ketika Iskandar Agung berjalan-jalan untuk melihat kehidupan rakyatnya. Setiap ia lewat di kampung atau kota, seluruh penduduk membungkukkan kepalanya kepalanya sebagai tanda hormat. Namun di suatu kota, ada seorang laki-laki yang enggan menundukkan kepalanya ketika sang pemimpin agung itu lewat. Lelaki itu menarik perhatiannya, siapakah dia. Untuk itu, ia menyuruh pengawalnya menghadirkannya ke istana. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=payibnuyusuf.wordpress.com&amp;blog=7900980&amp;post=135&amp;subd=payibnuyusuf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="width:325px;" src="http://republika.co.id/images/news/2009/09/20090902112800.jpg" alt="Mengendalikan Hawa Nafsu dan Amarah" /><em>SALAMABLOGSPOT.COM</em></p>
<div>
<div>
<div id="detail_news_text">
<p>Suatu ketika Iskandar Agung berjalan-jalan untuk melihat kehidupan rakyatnya. Setiap ia lewat di kampung atau kota, seluruh penduduk membungkukkan kepalanya kepalanya sebagai tanda hormat. Namun di suatu kota, ada seorang laki-laki yang enggan menundukkan kepalanya ketika sang pemimpin agung itu lewat. Lelaki itu menarik perhatiannya, siapakah dia. Untuk itu, ia menyuruh pengawalnya menghadirkannya ke istana.</p>
<p>&#8221;Mengapa kau tidak memberi hormat kepadaku,&#8221; tanya Iskandar Agung kepada lelaki tua yang telah hadir di hadapannya. &#8221;Ya, mengapa aku harus menghormati Tuan, padahal Tuan salah seorang pelayanku,&#8221; jawab pak Tua seenaknya. Iskandar Agung berang mendengar jawabannya. &#8221;Apakah kau sudah gila, berani mengatakan itu di hadapanku?&#8221; bentaknya.</p>
<p>Pak Tua bukannya takut dengan dengan hardikan Iskandar Agung. Bahkan dengan suara lantang ia berkata, &#8221;Meski Tuan mengaku sebagai pemimpin, pada hakekatnya Tuan hanyalah budak, budak yang telah dikuasai oleh hawa nafsu dan amarah. Sedang aku telah mengalahkan keduanya.&#8221;</p>
<p>Kisah di atas mengisyaratkan bahwa orang merdeka (bukan budak) adalah yang dapat mengendalikan keinginan hawa nafsu dan amarahnya. Dia lebih mulia dari orang yang kaya harta tetapi terjajah hawa nafsu dan amarahnya. Orang yang mampu mengendalikan nafsunya juga disebut oleh Nabi Muhammad sebagai orang bijak.</p>
<p>Kemerdekaan jiwa dapat dicapai ketika seorang mensucikan dirinya (<em>tazkiyatun nafs</em>) dari hawa nafsu yang selalu mendorongnya melakukan perbuatan menyimpang dari asas perikemanusiaan adil dan beradab. Jika seseorang atau suatu bangsa telah memiliki kesucian diri, boleh dikata mereka telah merdeka. Suatu bangsa yang memiliki kesucian diri dari kesalahan amal akan mampu mengatasi segala kekuatan yang mengancam kemerdekaan bangsanya.</p>
</div>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/payibnuyusuf.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/payibnuyusuf.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/payibnuyusuf.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/payibnuyusuf.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/payibnuyusuf.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/payibnuyusuf.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/payibnuyusuf.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/payibnuyusuf.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/payibnuyusuf.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/payibnuyusuf.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/payibnuyusuf.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/payibnuyusuf.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/payibnuyusuf.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/payibnuyusuf.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=payibnuyusuf.wordpress.com&amp;blog=7900980&amp;post=135&amp;subd=payibnuyusuf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/10/10/nafsu-dan-amarah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/50f9c062bd2f62764ea54081074acd7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">payibnuyusuf</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://republika.co.id/images/news/2009/09/20090902112800.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mengendalikan Hawa Nafsu dan Amarah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Umat Nabi Yunus</title>
		<link>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/10/08/umat-nabi-yunus/</link>
		<comments>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/10/08/umat-nabi-yunus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 03:01:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>payibnuyusuf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[yunus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://payibnuyusuf.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Allah mengutus Nabi Yunus alaihissalam kepada kaum yang berdiam di negeri Ninive (sekarang masuk dalam teritori Irak). Nabi Yunus mendakwah mereka agar bertaubat, beriman, dan menyembah kepada Allah. Tetapi mereka menolak karena menganggap Nabi Yunus hanya mengada-ada serta menilai seruan itu sangat bertentangan dengan kebiasaan mereka yang telah mendarah daging dan dilakukan turun-temurun. Penolakan mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=payibnuyusuf.wordpress.com&amp;blog=7900980&amp;post=133&amp;subd=payibnuyusuf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://adungabdullah.blogspot.com/2009/10/umat-nabi-yunus.html"><br />
</a></h3>
<p><img style="width:325px;" src="http://republika.co.id/images/news/2009/10/20091001162340.jpg" alt="Taubat Nasional Umat Nabi Yunus" /><br />
Allah mengutus Nabi Yunus alaihissalam kepada kaum yang berdiam di negeri Ninive (sekarang masuk dalam teritori Irak). Nabi Yunus mendakwah mereka agar bertaubat, beriman, dan menyembah kepada Allah. Tetapi mereka menolak karena menganggap Nabi Yunus hanya mengada-ada serta menilai seruan itu sangat bertentangan dengan kebiasaan mereka yang telah mendarah daging dan dilakukan turun-temurun.</p>
<p>Penolakan mereka bertambah bobotnya ketika kaum ini punya dalih yang lebih jelek, bahwa Nabi Yunus yang diutus dan berdakwah itu bukan dari kalangan mereka. Pada akhirnya mereka tetap menolak Yunus dan terus berbuat durhaka. Ini membuat Nabi Yunus memutuskan akan pergi meninggalkan mereka setelah sebelumnya mengingatkan bahwa siksa Allah akan turun.</p>
<p>Begitu Nabi Yunus meninggalkan negeri itu, tanda-tanda siksa yang dijanjikan pun terlihat. Melihat tanda-tanda itu, mereka jadi yakin seruan Nabi Yunus bakal jadi kenyataan. Kaum itu menyesal dan segera mengambil sikap bertaubat (secara nasional) kepada Allah. Melihat sikap yang ikhlas ini, Allah membatalkan siksa yang seyogianya diturunkan kepada mereka. Akhirnya mereka beruntung, selamat, dan hidup berbahagia dalam kasih sayang Allah.</p>
<p>Di dalam Alquran banyak diceritakan sikap umat-umat terdahulu terhadap seruan hak yang disampaikan para rasul. Tapi, satu-satunya umat yang selamat dari siksa adalah umat yang diseru oleh Nabi Yunus itu. Ini disebabkan mereka segera bertaubat dan membenarkan seruan hak yang mulanya mereka nilai sebagai sesuatu yang diada-adakan oleh Nabi Yunus.</p>
<p>Sejarah para rasul dan umat-umat dahulu adalah <span style="font-style:italic;">sunnatullah</span> yang berisi nasihat dan pelajaran yang harus kita petik. Mereka dulu selalu merasa telah benar dengan semua perbuatan yang mereka lakukan, dan akibatnya pertama, diri mereka tertutup untuk menerima kebenaran dan bangkit sebagai penghadang terhadap seruan hak.</p>
<p><span style="font-style:italic;">Kedua</span>, nasihat mereka rasakan sebagai sesuatu yang diadakan-adakan dan kehormatan mereka terusik bila menerima nasihat. <span style="font-style:italic;">Ketiga</span>, mereka selalu curiga kepada penyeru kebenaran, sehingga menuduh para rasul Allah sebagai orang gila, tukang sihir, dan lain-lain.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/payibnuyusuf.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/payibnuyusuf.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/payibnuyusuf.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/payibnuyusuf.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/payibnuyusuf.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/payibnuyusuf.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/payibnuyusuf.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/payibnuyusuf.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/payibnuyusuf.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/payibnuyusuf.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/payibnuyusuf.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/payibnuyusuf.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/payibnuyusuf.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/payibnuyusuf.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=payibnuyusuf.wordpress.com&amp;blog=7900980&amp;post=133&amp;subd=payibnuyusuf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/10/08/umat-nabi-yunus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/50f9c062bd2f62764ea54081074acd7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">payibnuyusuf</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://republika.co.id/images/news/2009/10/20091001162340.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Taubat Nasional Umat Nabi Yunus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelajaran dari Hunain</title>
		<link>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/10/06/pelajaran-dari-hunain/</link>
		<comments>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/10/06/pelajaran-dari-hunain/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 03:01:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>payibnuyusuf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pergerakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://payibnuyusuf.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[SAYAPHATI.BLOGSPOT.COM Dan ingatlah peperangan Hunain, ketika waktu itu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah mereka, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikit pun dan bumi yang luas itu terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai-berai (QS At-Taubah: 25). Dari ayat tersebut Allah SWT telah memberikan pelajaran berharga kepada kaum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=payibnuyusuf.wordpress.com&amp;blog=7900980&amp;post=131&amp;subd=payibnuyusuf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://adungabdullah.blogspot.com/2009/10/pelajaran-dari-hunain.html"><br />
</a></h3>
<p><img style="width:325px;" src="http://republika.co.id/images/news/2009/09/20090930134420.jpg" alt="Pelajaran dari Hunain" /><span style="font-size:78%;">SAYAPHATI.BLOGSPOT.COM</span></p>
<p><em>Dan ingatlah peperangan Hunain, ketika waktu itu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah mereka, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikit pun dan bumi yang luas itu terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai-berai (QS At-Taubah: 25).<br />
</em><br />
Dari ayat tersebut Allah SWT telah memberikan pelajaran berharga kepada kaum Muslimin agar membuang jauh-jauh sifat congkak/takabur, merasa diri lebih besar dari lawan yang dihadapinya. Peperangan itu bermula ketika Rasulullah saw dan para pengikutnya yang berjumlah kurang lebih 12 ribu orang prajurit, pada 6 Syawal 8 H berangkat dari Mekah menuju suatu tempat yang diberi nama Hunain. Jumlah 12 ribu merupakan jumlah terbesar dari pasukan kaum Muslimin selama peperangan melawan orang-orang kafir. Melihat banyaknya pasukan pada saat itu, beberapa sahabat mengatakan, &#8220;Hari ini kita pasti menang, karena jumlah kita yang cukup banyak&#8221;. Mendengar perkataan tersebut, Rasulullah sangat resah.</p>
<p>Pasukan kafir yang dipimpin oleh Malik bin Auf ternyata lebih dulu sampai di Hunain. Dengan cerdik, sebagian dari mereka menyebar, bersembunyi di lorong-lorong lembah dan bersiap menyerang dengan anak panah dari berbagai arah. Maka ketika pasukan Islam mulai maju menyerang, tiba-tiba hujan anak panah datang dari segala penjuru. Akibatnya, pasukan itu pun porak poranda, masing-masing lari menyelamatkan diri tanpa mempedulikan temannya.</p>
<p>Dengan pertolongan Allah SWT, Rasulullah saw dan para sahabat utama berhasil menghimpun kembali pasukan Muslimin yang tercerai-berai dan balik memukul mundur pasukan kafir. Pasukan kafir satu demi satu berjatuhan di tangan kaum Muslimin. Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tidak melihatnya dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang kafir (QS At-Taubah: 26).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/payibnuyusuf.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/payibnuyusuf.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/payibnuyusuf.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/payibnuyusuf.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/payibnuyusuf.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/payibnuyusuf.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/payibnuyusuf.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/payibnuyusuf.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/payibnuyusuf.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/payibnuyusuf.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/payibnuyusuf.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/payibnuyusuf.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/payibnuyusuf.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/payibnuyusuf.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=payibnuyusuf.wordpress.com&amp;blog=7900980&amp;post=131&amp;subd=payibnuyusuf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/10/06/pelajaran-dari-hunain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/50f9c062bd2f62764ea54081074acd7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">payibnuyusuf</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://republika.co.id/images/news/2009/09/20090930134420.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pelajaran dari Hunain</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bencana Alam</title>
		<link>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/10/01/bencana-alam/</link>
		<comments>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/10/01/bencana-alam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 05:29:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>payibnuyusuf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://payibnuyusuf.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[CAREINDONESIA.OR.ID &#8220;&#8230; peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya akan menimpa orang-orang yang berbuat zalim di antara kamu. Ketahuilah, sesungguhnya Allah amat keras azab-Nya.&#8221; (QS Al Anfal: 25). Bencana alam yang sering menimpa kita ada dua macam: bencana yang murni bersifat alami dan bencana yang dikarenakan perbuatan manusia. Gunung api meletus, gempa tektonik, badai dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=payibnuyusuf.wordpress.com&amp;blog=7900980&amp;post=128&amp;subd=payibnuyusuf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://adungabdullah.blogspot.com/2009/09/makna-bencana-alam.html"><br />
</a></h3>
<div>
<div><img style="width:325px;" src="http://republika.co.id/images/news/2009/09/20090903142146.jpg" alt="Makna Bencana Alam" /><span style="font-size:78%;">CAREINDONESIA.OR.ID</span></div>
<p>&#8220;&#8230; peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya akan menimpa orang-orang yang berbuat zalim di antara kamu. Ketahuilah, sesungguhnya Allah amat keras azab-Nya.&#8221; (QS Al Anfal: 25). Bencana alam yang sering menimpa kita ada dua macam: bencana yang murni bersifat alami dan bencana yang dikarenakan perbuatan manusia. Gunung api meletus, gempa tektonik, badai dan gelombang, adalah contoh bencana alam yang murni bersifat alami. Sedangkan tanah longsor pada gunung yang hutannya digunduli manusia, kebakaran hutan karena manusia mencari cara gampang membuka lahan perkebunan, adalah contoh bencana yang dikarenakan perbuatan manusia.</p>
<p>Jenis bencana yang pertama seharusnya menyadarkan manusia akan Kemahabesaran Allah. Ketika sebuah gunung meletus yang menyebabkan gempa vulkanik, atau dua lempeng kulit bumi bertumbukan yang menyebabkan gempa tektonik, seharusnya semakin menyadarkan manusia tentang adanya Allah Yang Maha Kuasa. Ada hukum-hukum alam yang telah ditetapkan-Nya sehingga alam bersifat demikian itu. Manusia tidak dapat menciptakan hukum seperti itu. Manusia harus sadar, ada Tuhan tempat mereka bergantung. Karena itu mereka harus tunduk-patuh secara ikhlas terhadap petunjuk dan hukum-Nya.</p>
<p>Di balik bencana alam itu tentu ada hikmahnya bagi manusia. Misalnya, dengan melakukan penyelidikan empiris, sedikit demi sedikit manusia dapat memahami hukum-hukum alam yang ditetapkan Tuhan. Dengan demikian, manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Lalu dengan iptek itu, mereka dapat melakukan berbagai upaya untuk memperkecil kemungkinan risiko yang dialaminya akibat bencana alam itu, misalnya dengan melakukan evakuasi setelah memprediksi akan terjadi gempa vulkanik.</p>
<p>Berbeda dengan itu, bencana alam yang disebabkan ulah manusia bisa terjadi, antara lain, karena kesadaran hukum dan moral mereka yang rendah atau oleh keterbatasan pengetahuan manusia itu sendiri. Keterbatasan atau kelemahan pengetahuan manusia dapat mengakibatkan kesalahan dalam mengelola alam yang bisa berujung pada bencana alam. Sementara kelemahan kesadaran hukum dan moral juga bisa mengakibatkan manusia mengelola alam secara salah sehingga menimbulkan bencana. Contohnya, bencana asap dari kebakaran hutan.</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/payibnuyusuf.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/payibnuyusuf.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/payibnuyusuf.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/payibnuyusuf.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/payibnuyusuf.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/payibnuyusuf.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/payibnuyusuf.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/payibnuyusuf.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/payibnuyusuf.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/payibnuyusuf.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/payibnuyusuf.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/payibnuyusuf.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/payibnuyusuf.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/payibnuyusuf.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=payibnuyusuf.wordpress.com&amp;blog=7900980&amp;post=128&amp;subd=payibnuyusuf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/10/01/bencana-alam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/50f9c062bd2f62764ea54081074acd7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">payibnuyusuf</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://republika.co.id/images/news/2009/09/20090903142146.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Makna Bencana Alam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Miskin karena Bersedekah?</title>
		<link>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/09/28/miskin-karena-bersedekah/</link>
		<comments>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/09/28/miskin-karena-bersedekah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 02:44:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>payibnuyusuf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://payibnuyusuf.wordpress.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[WORDPRESS.COM/ILUSTRASI Tidak ada alasan bagi orang beriman untuk enggan bersedekah. Sebab, kendati terasakan berat, bersedekah merupakan ciri paling kentara dari keimanan yang sahih. Untuk bersedekah, seseorang harus mampu mengalahkan perasaan owel (rasa kepemilikan) karena mengikhlaskan sebagian rezekinya untuk pihak lain. Jika tidak karena adanya keyakinan yang mantap atau harapan keuntungan yang kekal di akhirat kelak, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=payibnuyusuf.wordpress.com&amp;blog=7900980&amp;post=126&amp;subd=payibnuyusuf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><img style="width:325px;" src="http://republika.co.id/images/news/2009/09/20090915121209.jpg" alt="Miskin karena Bersedekah?" /><span style="font-size:78%;">WORDPRESS.COM/ILUSTRASI</span></div>
<p>Tidak ada alasan bagi orang beriman untuk enggan bersedekah. Sebab, kendati terasakan berat, bersedekah merupakan ciri paling kentara dari keimanan yang sahih. Untuk bersedekah, seseorang harus mampu mengalahkan perasaan owel (rasa kepemilikan) karena mengikhlaskan sebagian rezekinya untuk pihak lain. Jika tidak karena adanya keyakinan yang mantap atau harapan keuntungan yang kekal di akhirat kelak, sungguh seseorang akan enggan bersedekah.</p>
<p>Berbeda dengan amalan lain sebagai ciri keimanan yang sahih seperti shalat dan puasa. Pada kedua amalan yang lebih bersifat individual ini tidak perlu ada rasa berkorban kepemilikan, cukup dengan berkorban waktu selain kemauan. Untuk bersedekah ini sungguh terasakan lebih berat sehingga akan lebih jarang diamalkan dibandingkan dengan shalat dan puasa. Oleh karena itu, sekalipun seseorang sudah menjalankan shalat dan puasa tetap perlu dipertanyakan keimanan sahihnya jika yang bersangkutan masih tetap enggan bersedekah.</p>
<p>Dalam sejarah Islam kita kenal Fatimah Az-Zahra ra yang ikhlas bersedekah seuntai kalung warisan kepada musafir yang kehabisan bekal dan tiga hari tidak makan karena tidak ada lagi barang yang layak dijual. Dengan kalung tadi si musafir menjadi cukup bekal setelah menjualnya kepada Abdurrahman bin Auf ra.</p>
<p>Tetapi, begitu mengetahui keikhlasan Fatimah dalam bersedekah, segera Abdurrahman menghadiahkan kalung tadi kepada Nabi saw, ayahanda Fatimah, pemilik awalnya. Bisa ditebak, akhirnya kalung itu pun kembali ke tangan Fatimah setelah melewati tiga orang sebagai hadiah dan tercatat sebagai amalan sedekah.</p>
<p>Sungguh, bersedekah secara ikhlas akan mendapatkan ganti. Ini tidak saja ada dalam tarikh terdahulu. Dalam kehidupan nyata di lingkungan kita pun demikian halnya. Orang yang banyak bersedekah justru rezekinya melimpah, kehormatannya tinggi, dan harta kepemilikannya diakui bahkan dijaga keselamatannya oleh orang lain.</p>
<p>Agaknya belum pernah tercatat orang yang banyak bersedekah berakibat miskin. Sungguh dengan bersedekah kekayaannya bertambah, berlipat. Ibarat orang mendapat mangga, maka yang dimakan cukup dagingnya sedangkan bijinya harus disisihkan, ditanam hingga kelak akan menjadi pohon yang berlipat-lipat buahnya.</p>
<p>Untuk bersedekah, tidak ada ketentuan jenis barangnya (QS 2:267), tidak juga ditentukan jumlahnya (QS 3:134), tidak pula sasaran penggunaannya (QS 2:215). Artinya, benar-benar terserah sesuai kondisi orangnya. Itu jika bersedekah harta. Bagaimana jika kita kekurangan harta benda?</p>
<p>Hadis Nabi riwayat Bukhari-Muslim menyebutkan bahwa bisa juga bersedekah tanpa materi. Berzikir, berdakwah, mendamaikan perseteruan, berkata yang baik, membuang duri dari jalanan, membawakan beban orang lain, bahkan tersenyum pun bisa bermakna sedekah. Masihkah kita enggan bersedekah setelah kita mengaku beriman sahih? <span style="font-style:italic;">Wallahu a&#8217;lam bish shawab.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/payibnuyusuf.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/payibnuyusuf.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/payibnuyusuf.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/payibnuyusuf.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/payibnuyusuf.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/payibnuyusuf.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/payibnuyusuf.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/payibnuyusuf.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/payibnuyusuf.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/payibnuyusuf.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/payibnuyusuf.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/payibnuyusuf.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/payibnuyusuf.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/payibnuyusuf.wordpress.com/126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=payibnuyusuf.wordpress.com&amp;blog=7900980&amp;post=126&amp;subd=payibnuyusuf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/09/28/miskin-karena-bersedekah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/50f9c062bd2f62764ea54081074acd7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">payibnuyusuf</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://republika.co.id/images/news/2009/09/20090915121209.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Miskin karena Bersedekah?</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Damai di Iran</title>
		<link>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/09/24/damai-di-iran/</link>
		<comments>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/09/24/damai-di-iran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 03:24:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>payibnuyusuf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pergerakan]]></category>
		<category><![CDATA[Iran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://payibnuyusuf.wordpress.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun, Iran terkenal sebagai negara yang sangat anti Israel, namun kaum Yahudi di Iran merasa dapat hidup damai dan terlindungi di Iran, termasuk di era kepemimpinan Mahmoud Ahmadinejad yang sering melontarkan slogan-slogan anti Israel. Dalam sebuah konferensi pers yang dilaksanakan Senin kemarin (6/7), Mashad, sebuah komunitas Yahudi menyampaikan bahwa kecaman Ahmadinejad terhadap Israel selama ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=payibnuyusuf.wordpress.com&amp;blog=7900980&amp;post=124&amp;subd=payibnuyusuf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://adungabdullah.blogspot.com/2009/09/damai-di-iran.html"><br />
</a></h3>
<div style="text-align:justify;"><img style="margin-right:10px;width:136px;height:98px;" src="http://gusmus.net/fileuser/Image/yahudi%20iran.jpg" alt="" align="left" />Walaupun, Iran terkenal sebagai negara yang sangat anti Israel, namun kaum Yahudi di Iran merasa dapat hidup damai dan terlindungi di Iran, termasuk di era kepemimpinan Mahmoud Ahmadinejad yang sering melontarkan slogan-slogan anti Israel.</div>
<div style="text-align:justify;">Dalam sebuah konferensi pers yang dilaksanakan Senin kemarin (6/7), Mashad, sebuah komunitas Yahudi menyampaikan bahwa kecaman Ahmadinejad terhadap Israel selama ini hanya retorika angin-anginan belaka. “Iran adalah sebuah tempat yang aman untuk bangsa Yahudi melaksanakan ajaran keyakinannya.” demikian pernyataan Mashad yang dilansir oleh Jerusalem Post.</p>
<p>“Ahmadinejad bicara buruk tentang Israel, tapi ia lebih disukai daripada Mousavi.” Ujar Shlomo Zabihi, seorang rabbi Mashad. Zabihi menambahkan bahwa pemerintahan (Iran) sekarang relatif stabil dan cenderung menjaga keamanan bangsa Yahudi.</p>
<p>Mashad merupakan kota terbesar kedua di Iran, dan saat ini mempunyai populasi Yahudi sebesar 2,5 juta, sebuah jumlah komunitas yang sangat besar, terutama dibandingkan dengan negara-negara Arab yang lainnya. Selama revolusi 1979, banyak Yahudi Mashad hengkang ke AS, terutama New York, dimana sekitar 6000 Yahudi Mashad sekarang tinggal di kota itu.</p>
<p>Menurut Bahman Kamali, pendiri Yahudi Mashad, Iran di bawah Ahmadinejad sangat menyenangkan dan aman. “Tak ada masalah.” Ujarnya. Kamali mengatakan bahwa sumpah serapah Ahmadinejad terhadap Israel tidaklah sama sikapnya terhadap diaspora Yahudi selama ini. “Ada perbedaan antara keduanya, karena bangsa Iran menghormati agama-agama yang mempunyai kitab suci; Kristen, Yudaisme. Iran membolehkan kami beribadah di sinagoga dan berdoa di sana tanpa ada masalah sama sekali.”</p>
<p>Kamali tidak pernah berpikir bahwa komunitas Yahudi di Iran akan terpengaruh oleh perkembangan politik saat ini. “Saya tidak khawatir mengenai hal itu.” Ujar Kamali yang berpolitik di belakang kelompoknya. “Kami bangga menjadi bangsa Mashad (Yahudi) Iran, dan kami akan menjaga hal itu.” <span style="font-size:78%;"><span style="font-style:italic;font-weight:bold;">(diolah dari www.eramuslim.com)</span></span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/payibnuyusuf.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/payibnuyusuf.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/payibnuyusuf.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/payibnuyusuf.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/payibnuyusuf.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/payibnuyusuf.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/payibnuyusuf.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/payibnuyusuf.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/payibnuyusuf.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/payibnuyusuf.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/payibnuyusuf.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/payibnuyusuf.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/payibnuyusuf.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/payibnuyusuf.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=payibnuyusuf.wordpress.com&amp;blog=7900980&amp;post=124&amp;subd=payibnuyusuf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/09/24/damai-di-iran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/50f9c062bd2f62764ea54081074acd7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">payibnuyusuf</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gusmus.net/fileuser/Image/yahudi%20iran.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ramadhan</title>
		<link>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/09/11/ramadhan/</link>
		<comments>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/09/11/ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 04:02:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>payibnuyusuf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://payibnuyusuf.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ (صحيح البخاري) Rasulullah SAW bersabda: “Jika masuk bulan Ramadhan, terbukalah pintu pintu sorga, tertutuplah pintu neraka, dan syaitan dibelenggu”. (Shahih Bukhari) حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ، وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجهل والدياجر، الحمدلله الذي هدانا، بعبده المختار من [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=payibnuyusuf.wordpress.com&amp;blog=7900980&amp;post=122&amp;subd=payibnuyusuf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://adungabdullah.blogspot.com/2009/09/ramadhan.html"><br />
</a></h3>
<p style="font-size:20px;text-align:right;"><strong> قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ </strong></p>
<p><strong>(صحيح البخاري)</strong></p>
<p>Rasulullah SAW bersabda:<br />
“Jika masuk bulan Ramadhan, terbukalah pintu pintu sorga, tertutuplah pintu neraka, dan syaitan dibelenggu”. (Shahih Bukhari)<br />
<strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ، وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجهل والدياجر، الحمدلله الذي هدانا، بعبده المختار من دعانا إليه بالإذن، وقد نادانا، لبيك يامن دلنا وحدانا، صلى الله وسلم وبارك عليه وعلى أله، الحمدلله الذي جمعنا في هذا المجمع الكريم، والحمدلله الذي جمعنا في هذه الليلة وفي هذا الشهر المبارك..</p>
<p></strong></p>
<p>Limpahan Puji ke hadirat Allah Maha Raja langit dan bumi, Maha tunggal menguasai kerajaan alam semesta, Maha menciptakan jagad raya dari tiada, Maha menjadikan bumi dan lautan dari tiada, Maha menjadikan daratan, hewan dan tumbuhan dari tiada, Dialah ALLAH Yang Maha Pengasuh alam semesta sepanjang waktu dan saat, Maha menentukan nafas hamba – hambaNya, Maha mensucikan jiwa hamba – hambaNya dengan pemikiran yang suci jika mereka mau berfikir, hingga segala apapun yang mereka pelajari di alam, mereka akan menemukan keagungan nama yang maha sempurna, bahwa alam semesta ini ada penciptanya yang maha sempurna.</p>
<p>Pemikiran kembali kepada setiap manusia dan proses kejadiannya, dari sebutir sel yang tidak terlihat mata menjadi tubuh yang sempurna, paduan dari milyaran sel – sel yang masing – masing berfungsi, dengan fungsi yang telah ditugaskan oleh Allah dan bukan ditugaskan oleh kita. Dalam setiap butir sel itu membutuhkan penghidupan, membutuhkan oksigen, mineral dan rizkinya, Dia (Allah) pula yang Maha Tunggal Yang Maha mengaturnya, dan Dia lah (Allah) Yang mengajari setiap butir sel itu menjadi tenaga – tenaga ahli yang multi sempurna, mereka berkhidmat kepada Allah tanpa pamrih, tunduk kepada perintah Rabbul ‘alamin. Selamat datang para tamu Allah, selamat datang wahai yang berdatangan kepada keridhaan Yang Maha Luhur, Yang Maha membagi-bagikan kebahagiaan dunia dan akhirat, Yang Maha menciptakan kesejahteraan dan ketenangan hidup.</p>
<p>Semoga Allah memastikan seluruh namaku dan nama kalian di dalam kasih sayang dan kelembutanNya yang abadi..</p>
<p>Sampailah kita kepada hadits agung, tuntunan mutiara kebahagiaan yang kekal, dari mulut manusia yang paling sopan dan sempurna, dari wajah yang paling indah dari semua wajah yang dicipta Allah, yang Allah jadikan tuntunan dan gerak-geriknya sebagai pembuka rahasia keridhaan Allah yang abadi; Sayyidina Muhammad SAW yang bersabda:</p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِيْنُ</p>
<p></strong> Di dalam riwayat Shahih Al Bukhari lainnya:<br />
<strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ..</p>
<p></strong></p>
<p>Dua riwayat yang bersamaan maknanya; <strong>“jika masuk bulan Ramadhan maka dibukalah pintu-pintu langit, dalam riwayat lainnya pintu-pintu surga”</strong>. Makna keduanya adalah dibukanya rahasia kasih sayang Ilahi yang lebih besar, berpijar kelembutan Allah lebih agung dan luhur, sehingga Allah menyambut tamu-tamu kasih sayangNya dari umat ini untuk mendekat dan mendekat, dengan melipatgandakan nama mereka 700 kali lipat dan lebih. Dikatakan oleh <em>Hujjatul Islam Wabarakatul Anaam Al Imam Nawawi AR</em> (Alaihi Rahmatullah: atasnya Rahmat Allah) di dalam <em>Syarh An Nawawi ‘alaa Shahih Al Muslim</em>, dan oleh <em>Al Imam Ibn Hajar dalam Fathul Baari</em> dan Muhaddits lainnya; <em>“Bahwa Allah melipatgandakan pahala 10 kali hingga 700 kali lipat itu, namun Allah melipatgandakannya lebih lagi di bulan Ramadhan, karena Allah berkata</em></p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">الصِّيَامُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِه</p>
<p>(Puasa adalah untukKu(Allah), dan Aku yang langsung memberi ganjarannya) lebih dari 700 kali lipat”</strong>.</p>
<p>Anugerah yang ditawarkan pada setiap pendosa apalagi ingin mendapatkan kedekatan, satu kali ia berbuat dosa baginya satu dosa, satu kali ia berbuat baik maka pahala dikalikannya lebih dari 700 kali lipat, mana yang kau pilih, Allah atau kehinaan? Adakah manusia yang menolak ini? Wahai jiwaku dan jiwa kalian.. Adakah yang lebih berhak untuk diterima selain tawaran kasih sayang Allah yang abadi ??<br />
<strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ</p>
<p>&#8220;dan Allah tutup pintu neraka api jahannam”</strong>, kenapa pintu neraka dibuka dan ditutup, maksudnya apa?</p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;"><strong> غُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ </strong></p>
<p><strong>Pintu kemurkaan Allah ditutup</strong>, mereka yang wafat di bulan Ramadhan selama ia ada dalam Islam, maka ia wafat dalam husnul khatimah karena tidak ada pintu neraka yang terbuka semuanya ditutup oleh Allah, mereka dalam pengampunan.</p>
<p>Dialah Allah, Aku dan kalian sedang berada seakan-akan di dalam istana Allah sebulan, istana yang namanya istana kasih sayang, apa itu namanya kalau sudah istana? Ingat!!! Semoga Allah menjadikan nafas-nafas kita dalam keagunganNya Yang Abadi..</p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِيْنُ</p>
<p>(Dan Allah mengikat syaitan)</strong></p>
<p>maksudnya: syaitan itu diperlemah. Agar manusia lari kepada Allah.</p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;"><strong> فَفِرُّوْا إِلىَ اللهِ</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>(Firman Allah: Maka larilah berlindung kepada Allah.., QS Addzariyat 50, dan larilah berlindung pada Allah dari Syaitan!!)</strong> Mana gerak-gerikmu wahai syaitan tujuh puluh tahun menjebak orang-orang agar masuk neraka, namun ketika jiwanya(manusia) bergetar memanggil nama Rabbul ’Alamiin, memanggil nama Sang Pemiliknya, memanggil kepada Yang Maha dekat kepadanya, Yang menamakan diriNya Allah Kariim, Maha dekat bahwa Allah SWT itu</p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;"><strong> أَقْرَبُ مِنَ اْلعَبْدِ مِنْ حَبْلِ اْلوَرِيْدِ </strong></p>
<p><strong>lebih dekat dari urat lehernya, (QS Qaaf 16)</strong>, sebagai kiasan bahwa Dia (Allah) Maha lebih dekat dari semua yang dekat padamu.</p>
<p>Maka di bulan Ramadhan ini syaitan itu diperlemah oleh Allah, mana buktinya..? Coba, di bulan lain mampu tiap malam shalat 20 rakaat? Di bulan ini syaitan diikat maksudnya dipersulit, sehingga manusia itu dipermudah, semestinya secara logika di beri juga kekuatan pada syaitan di bulan Ramadhan, kenapa? Di bulan yang dilipatgandakan pahalanya lebih dari tujuh ratus kali lipat dengan ucapanAllah SWT</p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">أَنَا أَجْزِيْ بِهِ</p>
<p></strong></p>
<p>(Aku (Allah) yang membalasnya) bisa dilipatgandakan sejuta kali lipat dalam setiap nafasnya, kalau sudah Allah berkata: <strong>“Anaa ajzii bih”(Aku yang membalasnya)</strong>, bukan perhitungan engkau wahai malaikat puluh kali lipat, dua ratus, tujuh ratus…bukan.. <strong>“Aku ( Allah) yang membalasnya” </strong>, tidak ada perhitungannya lagi itu. Semoga Allah menjadikan setiap nafas kita menjawab panggilan cinta dan keindahanNya dan keridhaanNya…</p>
<p>Rasul SAW menjelaskan bahwa orang yang melakukan sahur akan mendapatkan pahala sunnah dan mendapat keberkahan, ia mendapat keberkahan di hari itu lebih dari hari lainnya. Hari esoknya dia makan sahur, bedakan di siang harinya mana yang lebih indah, yang lebih banyak anugerah, yang lebih terasa nikmat pasti dihari yang kita sahur, kenapa?</p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;"><strong> تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِي   السَّحُوْرِ بَرَكَة , </strong></p>
<p>karena dalam perbuatan sahur itu mengandung keberkahan.</p>
<p>Inilah bulan agung, inilah bulan yang juga dinamakan bulan seribu sujud. Kita bisa bayangkan, bukan kita sendiri.. Demikian bulan agung, inilah bulan doa dan inilah bulan munajat.</p>
<p>Jagalah tarawih mu, mereka yang sibuk tarawih misalnya dia bekerja, tidak mungkin tarawih di awal waktu ajak teman lain untuk tarawih di akhir waktu, boleh di tengah waktu, boleh jam setengah tiga malam, boleh kapan saja tarawih, tidak ada waktu yang ditetapkan, ketetapannya adalah setelah shalat isya dan sebelum adzan shubuh.</p>
<p>”Saya tidak ada teman kalau tarawih karena kerja, teman-teman tidak ada yang mau untuk berjamaah, maka shalat tarawih sendiri. Boleh, tapi tidak ada satu madzhab pun yang melakukannya. Tentunya shalat tarawih sendiri afdhal daripada tidak sama sekali, tapi kalau disuruh memilih 27 atau 1..</p>
<p>Semoga Allah memuliakan kita dengan bulan seribu sujud ini. Maka salah satu amalan yang paling afdhal dari amalan yang sunnah di bulan Ramadhan salah satunya membaca Alquran, yaitu memperbanyak membaca alquran, kalau tidak bisa membaca Alquran, maka duduklah bersama orang yang bisa membaca Alquran, dengarkan bacaannya lihat Alquran nya kau dapat pahala, kalau membacanya masih terbata-bata maka ajak teman..”aku ingin membaca Alquran denganmu sepuluh menit saja sehari di bulan Ramadhan, ajari ini.. Bacaanku salah-salah benarkan bacaanku sedikit-sedikit”. Sungguh Allah Maha Melihat ku dan melihat mu, setiap huruf Alquran mengandung cahaya keridhaan Ilahi.</p>
<p>Kalimatullah, kalimat-kalimat suci Allah dibiarkan di hadapanmu (sekitar) 6666 ayat, akan kita biarkan begitu saja kalimat agung suci, ini surat dari Allah untuk mu!! Diberikan untuk ku dan untuk kalian surat cinta dari Allah untuk menyampaikanmu pada cinta Nya. Mereka mendapatkan surat dari saudara dan kekasih, senangkah dg surat cinta Dari ALLAH? Di hadapan(mu), (atau di) rumahmu (kau) bertemu (dengan Alqur;an) dan kau biarkan tidak pernah membacanya, sampai kapan surat cinta itu dibiarkan?? Yang Maha mengutus Nabi telah melihat kita.., sampai kapan hamba Ku membiarkan surat cintaKu dibiarkan begitu saja?</p>
<p>Apa itu Alquran..? Semoga aku dan kalian dimuliakan dengan cahaya Alquran. Bulan ini juga bulan kedermawanan, diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari “bahwa Rasul SAW itu sangat dermawan, orang yang paling dermawan</p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">أَجْوَدُ النَّاسِ,</p>
<p></strong></p>
<p>tidak ada yang lebih dermawan lagi dari Rasulullah SAW, paling dermawan dan tidak pernah mengatakan “TIDAK” pada orang yang memintanya. Kenapa.., karena Rasulullah tidak pernah mengecewakan orang yang mengemis padanya, ini pada Nabi SAW lebih-lebih Sang Pencipta Nabi SAW..ALLAH SWT, Yang Maha menciptakan Rasul SAW yang lebih dermawan pada bulan ini, inilah bulan Ramadhan bulan kedamaian, bulan munajat..</p>
<p>Diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari ;”satu kelompok diantara tujuh kelompok yang mendapat naungan Allah adalah orang yang bershadaqah secara sembunyi”. Di antara contoh-contohnya; misal orang belanja pada orang susah, orang miskin…” Berapa harganya”? Misalnya harga pasarannya 10 ribu, penjual bilang 15 ribu, maka langsung bayar tidak usah ditawar, penjual mungkin dalam hatinya bilang; nih orang belanja tidak pakai tawar-menawar, kira-kira begitu. Padahal maksudnya kita bukan ingin membeli tidak mau menawar, tapi bersedekah padanya, tapi tidak disebut karena kalau disebut; ya sudah ini kan harganya 10 ribu pasarannya, bapak jual 15 ribu yang 5 ribu sedekah, (maka) orangnya tahu kalau disedekahi. Tapi kalau tidak disebut orang yang disedekahipun tidak tahu kalau dia disedekahi, lebih afdhal lagi pahalanya.</p>
<p>Rasul SAW itu demikian indahnya budi pekerti beliau Shallallahu wasallama wa baaraka alaih wa ‘alaa alaih..</p>
<p>Kita bermunajat kepada Allah, demi malam yang mulia ini Ya Rahma Ya Rahiim, Ya Dzal Jalaali Wal Ikraam Ya dzattawli wal in’aam.. Ya Rahmaan Ya Rahiim Ya Dzal Jalaali Wal Ikraam.. Rabbi muliakan kami, tenangkan jiwa kami dengan ketenanganMu, dan muliakan hari-hari kami dengan kebahagiaan dunia dan akhirat, terangi seluruh wajah kami dengan cahayaMu, wafatkan kami dalam husnul khatimah, limpahkan kepada kami kemakmuran dan jauhkan dari kami kehinaan Ya Rahmaan Ya Rahiim Ya Dzal Jalali Wal Ikraam…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/payibnuyusuf.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/payibnuyusuf.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/payibnuyusuf.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/payibnuyusuf.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/payibnuyusuf.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/payibnuyusuf.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/payibnuyusuf.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/payibnuyusuf.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/payibnuyusuf.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/payibnuyusuf.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/payibnuyusuf.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/payibnuyusuf.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/payibnuyusuf.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/payibnuyusuf.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=payibnuyusuf.wordpress.com&amp;blog=7900980&amp;post=122&amp;subd=payibnuyusuf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/09/11/ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/50f9c062bd2f62764ea54081074acd7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">payibnuyusuf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nafsu dan Amarah</title>
		<link>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/09/09/nafsu-dan-amarah/</link>
		<comments>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/09/09/nafsu-dan-amarah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 01:43:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>payibnuyusuf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://payibnuyusuf.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[SALAMABLOGSPOT.COM Suatu ketika Iskandar Agung (Alexander The Great) berjalan-jalan untuk melihat kehidupan rakyatnya. Setiap ia lewat di kampung atau kota, seluruh penduduk membungkukkan kepalanya sebagai tanda hormat. Namun di suatu kota, ada seorang laki-laki yang enggan menundukkan kepalanya ketika sang pemimpin agung itu lewat. Lelaki itu menarik perhatiannya, siapakah dia. Untuk itu, ia menyuruh pengawalnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=payibnuyusuf.wordpress.com&amp;blog=7900980&amp;post=120&amp;subd=payibnuyusuf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://adungabdullah.blogspot.com/2009/09/nafsu-dan-amarah.html"><br />
</a></h3>
<div>
<div>
 <!-- AddThis Button END --></div>
</div>
<p><!-- reporter end--> <!-- contents lainnya start--></p>
<div><!-- lainnya dalem start--></p>
<div>
<div><img style="width:325px;" src="http://republika.co.id/images/news/2009/09/20090902112800.jpg" alt="Mengendalikan Hawa Nafsu dan Amarah" /><span style="font-size:78%;">SALAMABLOGSPOT.COM</span></div>
<div id="detail_news_text">
<p>Suatu ketika Iskandar Agung (Alexander The Great) berjalan-jalan untuk melihat kehidupan rakyatnya. Setiap ia lewat di kampung atau kota, seluruh penduduk membungkukkan kepalanya sebagai tanda hormat. Namun di suatu kota, ada seorang laki-laki yang enggan menundukkan kepalanya ketika sang pemimpin agung itu lewat. Lelaki itu menarik perhatiannya, siapakah dia. Untuk itu, ia menyuruh pengawalnya menghadirkannya ke istana.</p>
<p>&#8221;Mengapa kau tidak memberi hormat kepadaku,&#8221; tanya Iskandar Agung kepada lelaki tua yang telah hadir di hadapannya. &#8221;Ya, mengapa aku harus menghormati Tuan, padahal Tuan salah seorang pelayanku,&#8221; jawab Pak Tua seenaknya. Iskandar Agung berang mendengar jawabannya. &#8221;Apakah kau sudah gila, berani mengatakan itu di hadapanku?&#8221; bentaknya.</p>
<p>Pak Tua bukannya takut dengan hardikan Iskandar Agung. Bahkan dengan suara lantang ia berkata, &#8221;Meski Tuan mengaku sebagai pemimpin, pada hakikatnya Tuan hanyalah budak, budak yang telah dikuasai oleh hawa nafsu dan amarah. Sedang aku telah mengalahkan keduanya.&#8221;</p>
<p>Kisah di atas mengisyaratkan bahwa orang merdeka (bukan budak) adalah yang dapat mengendalikan keinginan hawa nafsu dan amarahnya. Dia lebih mulia dari orang yang kaya harta tetapi terjajah hawa nafsu dan amarahnya. Orang yang mampu mengendalikan nafsunya juga disebut oleh Kanjeng Nabi Muhammad sebagai orang bijak.</p>
<p>Kemerdekaan jiwa dapat dicapai ketika seorang mensucikan dirinya (<span style="font-style:italic;">tazkiyatun nafs</span>) dari hawa nafsu yang selalu mendorongnya melakukan perbuatan menyimpang dari asas perikemanusiaan adil dan beradab. Jika seseorang atau suatu bangsa telah memiliki kesucian diri, boleh dikata mereka telah merdeka. Suatu bangsa yang memiliki kesucian diri dari kesalahan amal akan mampu mengatasi segala kekuatan yang mengancam kemerdekaan bangsanya.</div>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/payibnuyusuf.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/payibnuyusuf.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/payibnuyusuf.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/payibnuyusuf.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/payibnuyusuf.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/payibnuyusuf.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/payibnuyusuf.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/payibnuyusuf.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/payibnuyusuf.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/payibnuyusuf.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/payibnuyusuf.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/payibnuyusuf.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/payibnuyusuf.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/payibnuyusuf.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=payibnuyusuf.wordpress.com&amp;blog=7900980&amp;post=120&amp;subd=payibnuyusuf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/09/09/nafsu-dan-amarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/50f9c062bd2f62764ea54081074acd7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">payibnuyusuf</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://republika.co.id/images/news/2009/09/20090902112800.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mengendalikan Hawa Nafsu dan Amarah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Benteng Penghalang</title>
		<link>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/09/08/benteng-penghalang/</link>
		<comments>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/09/08/benteng-penghalang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 05:45:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>payibnuyusuf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[benteng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/09/08/benteng-penghalang/</guid>
		<description><![CDATA[قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَلَا يَرْفُثْ، وَلَا يَجْهَلْ، وَإِنْ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ، أَوْ شَاتَمَهُ، فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ، مَرَّتَيْنِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ، أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى، مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ، يَتْرُكُ طَعَامَهُ، وَشَرَابَهُ، وَشَهْوَتَهُ، مِنْ أَجْلِي، الصِّيَامُ لِي، وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَ (صحيح البخاري) Rasulullah SAW bersabda: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=payibnuyusuf.wordpress.com&amp;blog=7900980&amp;post=119&amp;subd=payibnuyusuf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="font-size:20px;text-align:right;"><strong> قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَلَا يَرْفُثْ، وَلَا يَجْهَلْ، وَإِنْ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ، أَوْ شَاتَمَهُ، فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ، مَرَّتَيْنِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ، أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى، مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ، يَتْرُكُ طَعَامَهُ، وَشَرَابَهُ، وَشَهْوَتَهُ، مِنْ أَجْلِي، الصِّيَامُ لِي، وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَ </strong></p>
<p><strong>(صحيح البخاري)</strong></p>
<p><strong>Rasulullah SAW bersabda:<br />
“ Puasa adalah benteng penghalang, maka janganlah ia berucap dengam kalimat buruk, mencaci,   dan menghina, jika ada yang mengganggunya atau mengumpatnya katakanlah aku puasa, aku puasa.   Demi Allah yang diriku dalam genggaman-Nya, sunnguh aroma tidak sedap di mulut orang yang   berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada wangi misik, karena ia meninggalkan makanannya,   minumannya, dan syahwatnya karena Aku (Allah SWT). Puasa adalah untuk-Ku, dan Aku yang   membalasnya, dan setiap pahala dibalas 10 kali lipat darinya”.                                                                          (Shahih Bukhari)</strong></p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">حَمْدًا لِرَبِّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ، وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ، أَلْحَمْدُلِلهِ الَّذِيْ هَدَانَا، بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا، إِلَيْهِ بِالْإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا، لَبَّيْكَ يَامَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى ألِهِ، ألْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَالْمَجْمَعِ الْكَرِيْم</p>
<p></strong></p>
<p>Limpahan puji ke hadirat Allah SWT yang maha Luhur, maha melimpahkan ke setiap detik samudera cahaya kepada kita, hamba-hambaNya keturunan Adam, mengapa saya katakan setiap hamba-hambaNya dianugerahi samudera cahaya setiap detiknya? Karena hamba-hambaNya yang mampu mengikuti tuntunan Ilahi yang maha indah dan maha abadi mereka mendapat keridhaan Allah dan mereka ditawarkan keridhaan Allah setiap detiknya, dan keridhaan Allah lebih agung dari seribu samudera cahaya , keridhaan Maha Raja langit dan bumi melebihi segenap anugerah dan semua surga beserta isinya, sebagaimana riwayat Shahih Bukhari ketika para penduduk surga telah masuk kedalam surga dengan kenikmatan yang belum pernah mereka lihat.</p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">مَالاَعَيْنٌ رَأَتْ وَلاَأُذُنٌ سَمِعَتْ وَلاَخَطَرَ عَلىَ قَلْبِ بَشَر</p>
<p>(Sesuatu yg belum pernah terlihat mata, belum pernah terdengar telinga, dan belum pernah terlintas dalam pemikiran manusia).</p>
<p></strong></p>
<p>Suatu bangunan konstruksi istana kemegahan yang multi mewah yang belum pernah terlihat mata belum pernah terdengar telinga dan belum pernah terlintas dalam pemikiran merupakan satu penciptaan Allah yang multi megah abadi untuk hamba – hambaNya, namun ketika mereka telah sampai ke istana &#8211; istana kemegahannya masing – masing , Allah memanggil mereka:</p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">ألَا أُعْطِيْكُمْ أَفْضَلُ مِنْ ذلِكَ ؟</p>
<p>(Maukah kalian Ku beri yang lebih dari itu?)</p>
<p></strong></p>
<p>Maka berkatalah para ahli surga: “Kami penuh dosa dan Kau memaafkan kami dan Kau masukkan kami ke dalam surga, barangkali jika Engkau menghisab kami dengan perhitungan yang sangat keras, kami pasti di dalam neraka.</p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">أُحِلُّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِي فَلَا أَسْخَطُ عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ أَبَدًا</p>
<p>Kalian tau kata Allah wahai seluruh ahli surga, anugerah yang lebih besar dari ini? (Aku pastikan cintaKu dan ridhaKu untuk kalian dan Aku tidak murka pada kalian selama – lamanya).</p>
<p></strong></p>
<p>Inilah anugerah yang termahal dan kini ditawarkan setiap detik dalam hidupmu, Sang Maha pemberi anugerah dan Maha pelimpah anugerah menawarkan keridhaanNya melamarmu untuk sampai kepada kasih sayangNya.</p>
<p>Maha raja alam semesta yang menguasai jagad raya ini, memuliakan kita dengan kemanjaan yang melebihi dari segenap kasih sayang, ditawarkannya kasih sayang Nya kepada para pendosa seperti kita ini, ditawarkannya pengampunan kepada para pendosa yang merintih, mengemis pengampunan, tapi justru Allah Yang tawarkan maafNya ;”kau sudah berbuat salah pada Ku?, sini.. (mendekat pada Ku) Kutawarkan maafKu, datanglah kepada maafKu..”</p>
<p>Demikian perlakuan Rabbbul ‘Alamin kepada para pendosa, jika mereka mau kembali kepada kemuliaan kasih sayangNya.</p>
<p>Diriwayatkan di dalam Shahih Al Muslim bahwa setiap malam sepertiga malam terakhir adalah <span style="font-style:italic;">Saa’tul Ijabah. Saa’atul Ijabah</span> adalah detik – detik didalam suatu waktu yang barangsiapa berdoa di waktu itu pasti dikabul oleh Allah. Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari hal itu terjadi pada setiap hari Jum’at, namun didalam Shahih Al Muslim diperluas bahwa itu terjadi di setiap sepertiga malam terakhir senin malam, sepertiga malam terakhir itu kalau kita hitung saja, mulai adzan isya sampai waktu subuh berapa jam bagi tiga sepertiga terakhirnya kira – kira pukul setengah tiga, sampai subuh, itu waktu sepertiga malam terakhir, di situlah tersimpan <span style="font-style:italic;">saa’tul ijabah</span>.</p>
<p>Namun di bulan Ramadhan , saa’tul ijabah menyeluruh mulai Isya’ sampai Shubuh, bahkan pendapat lain mengatakan saa’tul ijabah disetiap siang dan malam di bulan Ramadhan , karena bulan ini bulan Allah lebih dermawan dari bulan lainnya, bukan di bulan lainnya Allah kikir, (tapi) di bulan lainnya Allah (tetap) Maha dermawan, (namun) di bulan Ramadhan (Allah) lebih dermawan lagi.</p>
<p>Hari –hari Ramadhan gerbang cahaya kasih sayang Ilahi yang ditawarkan kepada kita semakin dekat, gerbang Ramadhan tidak terasa, satu, dua, tiga malam lagi akan sampai pada usia kita Insya Allah. Banyak muslimin muslimat masa kini ketika melewati Ramadhan, hatinya tidak bersama kemuliaan Ramadhan, hatinya bersama hal – hal yang hina atau hal – hal yang bersifat pengingkaran terhadap kemuliaan Ramadhan; ketika mau sahur , sahurnya harus makanan bermutu.. buka nya harus disiapkan dulu, ini dan itu… Tidak mustahil seseorang yang melewati Ramadhan ini dalam keadaan susah, tapi ketika doa munajat yang dipanjatkan kepada Allah, Allah jadikan setelah Ramadhan diluaskan rizkinya dzahiran wa baathinan sampai wafat, sampai menghadap Allah dalam keadaan kaya raya. Tidak mustahil bagi mereka yang mau meminta kepada Yang Maha Dermawan.</p>
<p>Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari, (beliau memutus dulu penjelasannya mengenai shahih Bukhari) tentunya kita fahami bahwa seagung – agung kemuliaan (dari semua bulan adalah) Ramadhan, Ramadhan ini untuk Sayyidina Muhammad SAW. Maka hakikat kemuliaan ini pun bisa dilihat dan bisa kita temukan dalam tuntunan Sang Nabi.</p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">كُنْتُ أًتَسَحَّرُ فِي أَهْلِي ثُمَّ تَكُونُ سُرْعَتِيْ أَنْ أَدرَكَ السُّجُوْدَ معَ رَسُولِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ</p>
<p>“Aku makan sahur dengan keluargaku, lalu aku bersegera untuk mendapatkan sujud (shalat fajar) bersama Rasulullah SAW “ (HR. Bukhari ).</p>
<p></strong></p>
<p>Sunnah nya sahur itu bukan setengah dua atau setengah tiga, sahur itu sunnah nya dekat kepada waktu imsak, makin dekat dengan waktu imsak makin baik demikian pahalanya.</p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">كُنْتُ أًتَسَحَّرُ فِي أَهْلِي ثُمَّ تَكُونُ سُرْعَتِيْ أَنْ أَدرَكَ السُّجُوْدَ معَ رَسُولِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ</p>
<p>“ Aku kalau sahur di awal waktu, bukan di akhir waktu.. Kenapa? Karena aku sahur bersama keluargaku lalu aku terburu – buru mendatangi Masjid Nabawi karena rumahku jauh, untuk mendapatkan sujud bersama Nabi Muhammad SAW, tuk mendapatkan shalat shubuh Ramadhan bersama Rasulullah SAW “.</p>
<p></strong></p>
<p>Demikian para sahabat radiallahu ‘anhum wa ardhaahum, di dalam kemuliaan cinta mereka kepada Sang Nabi.</p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ، يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ، فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ</p>
<p></strong></p>
<p>Untuk orang yang berpuasa itu mempunyai dua kegembiraan; gembira saat berbuka puasa sudah lepas waktunya menahan haus dan lapar dan segala larangan puasanya, dan kegembiraan yang kedua saat dia berjumpa dengan Allah.</p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">فرح بصومه</p>
<p>(Gembira dengan puasanya)</p>
<p></strong></p>
<p>Apa makna kalimat ini? Maknanya, Orang yang menghadap Allah sedangkan dia dari kelompok orang yang banyak berpuasa , pasti dalam keadaan gembira saat menghadap Allah , bukan dalam keadaan risau , takut, dan sedih .Ini suatu jaminan agung, karena ketika seseorang menghadap Allah itu bergetar semua lutut ketika di panggil oleh Allah untuk mempertanggung jawabkan setiap nafasnya, ketika api neraka memanggil nama para pendosa, dan ketika di saat itulah Allah SWT berfirman dalam sebuah Hadits Qudsi:</p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">أًنَا اْلمَلِكُ، أَنَااْلمَلِكُ أَيْنَ مُلُوْكُ اْلأَرْضِ؟</p>
<p>Akulah Raja, mana para penguasa dzalim di muka bumi ini..? (HR Shahih Bukhari).</p>
<p></strong></p>
<p>Kewibawaan Allah, yang ketika Nabiyullah Musa meminta kepada Allah untuk melihat Allah SWT, maka Allah SWT bertajallaa:</p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:18px;text-align:right;">.فَلَمَّا تَجَلَّى رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكّا وَخَرَّمُوْسَى صَعِقًا ( الأعراف 143)</p>
<p>Wahai Musa kau melihat gunung di hadapanmu itu, kalau gunung itu bisa bertahan pada tempatnya maka kau bisa melihat Aku, maka (ketika) Allah bukakan satu hijab dari cahaya KeagunganNya) yang Tajallaa, Tajallaa itu menunjukkan cahaya keagunganNya,</p>
<p></strong> <strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">جَعَلَهُ دَكًّا</p>
<p>(Jadilah gunung itu lebur menjadi debu tidak tersisa sedikitpun dan tidak lagi terlihat).</p>
<p></strong> <strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">وَخَرَّ مُوْسَى صَعِقًا</p>
<p>(Maka Nabiyullah Musa pun roboh, pingsan).</p>
<p></strong></p>
<p>Keagungan Rabbul ‘alamin, di saat itu manusia berdiri di hadapan Allah SWT dalam keadaan risau , apakah dia akan ditempatkan di surga ataukah di neraka..</p>
<p>Mereka akan menemukan ke semua amal pahala mereka hadir bersama mereka, saat mereka dipanggil Allah.</p>
<p>Dalam keadaan seperti ini kalau muncul kerisauan di dalam hatimu, bagaimana keadaanku kelak saat aku berhadapan dengan Allah?! Rasul menjawabnya ; Orang – orang yang banyak berpuasa</p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">&#8221; فرح بلقاء ربه فرح بصومه &#8220;,</p>
<p>Mereka gembira tidak bersedih, tidak juga takut</p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">&#8221;  لَايخَافُوْنَ وَلَا يَحْزَنُوْنَ &#8220;,</p>
<p></strong></p>
<p>Mereka tidak risau karena mereka banyak puasa di muka bumi, maka mereka masih gembira kata Rasul SAW di saat menghadap Allah , tidak bersedih tidak pula risau, gembira berhadapan dengan Rabbul ‘alamiin. Rasul SAW bersabda: ‘’Orang –orang yang berpuasa itu di hari kiamat dipanggil dari pintu surga yang bernama Rayyan.</p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">أَهْلُ الصِّيَامِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ وَأَهلُ الصَّلاَةِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّلاَةِ وَأَهْلُ الصَّدَقَةِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ</p>
<p>“Orang – orang yang banyak bershadaqah akan dipanggil dari pintu gerbang surga yang bernama pintu shadaqah, orang &#8211; orang yang banyak berpuasa mereka di panggil dari pintu gerbang yang bernama Ar Rayyan, orang yang banyak mengerjakan shalat mereka dipanggil dari pintu gerbang shalat “. (Shahih Bukhari).</p>
<p></strong></p>
<p>Maka berkata Sayyiduna Abu Bakr As Shiddiq Ra, diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari ; Ya Rasullullah , Bisakah seseorang dipanggil dari semua pintu ? Dia banyak shadaqah juga, dia banyak shalat sunnah , dia banyak puasa juga, Rasul berkata:</p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">نَعَمْ وَأَرْجُوكَ أَنْتَ مِنْهُمْ يَاأَبَابَكْر</p>
<p>Ya, bisa dipanggil dari semua pintu, dan aku berharap engkau di antara mereka wahai Abu Bakar).</p>
<p></strong></p>
<p>Rasul SAW besabda:</p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">الصيام جنة,</p>
<p>Puasa itu adalah benteng penghalang.</p>
<p></strong></p>
<p>Al Imam Ibn Hajar di dalam Fathul Baari bisyarh Shahih Al Bukhari menjelasakan, maksudnya penghalang dari neraka dan kemurkaan Allah karena orang yang berpuasa itu pasti dicintai Allah, kenapa bisa pasti dicintai Allah? Lihat hadits selanjutnya</p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">اَلصِّيَامُ جُنَّةٌ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَيَجْهَلْ وَاِنْ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقٌلْ إِنِّيْ صَائِمٌ مَرَّتَيْن</p>
<p></strong></p>
<p>Jangan sekali berucap kalimat – kalimat yang hina di saat puasa juga di saat selain bulan puasa, tapi di saat puasa usahakan lebih lagi jangan mencaci, jangan menggunjing, jangan mengumpat, jangan membicarakan aib orang lain,</p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">فلا يرفث ولايجهل</p>
<p></strong></p>
<p>jangan pula mengucap kalimat &#8211; kalimat yang menipu orang lain, kalimat- kalimat yang hina.   <strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">وَاِنْ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقٌلْ إِنِّيْ صَائِمٌ مَرَّتَيْنِ</p>
<p>(Kalau ada orang mengajaknya berkelahi atau mengajaknya bertengkar, jawablah “ sungguh aku ini puasa, sungguh aku puasa “, dan kecuali kalau seandainya nyawanya terancam, kalau nyawanya terancam, Badr Al kubra di bulan Ramadhan (maksudnya perang badar adalah di bulan ramadhan dalam keadaan mereka puasa ramadhan).</p>
<p></strong></p>
<p>Tentunya, jiwa harus dipadamkan dari emosi semampunya disaat kita puasa ramadhan. Para sahabat tidak dipenuhi emosi di dalam hatinya, karena hati mereka tersucikan daripada sifat amarah karena hawa nafsu , semacam kemuliaan – kemuliaan para Sahabah Al Akaabir (para sahabat besar); Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu wajhah, Sayyidina Hamzah bin Abdul Mutthalib dan mereka Khulafaa’ Ar Rasyidin dan lainnya, kesemuanya itu adalah orang – orang yang santun, orang – orang yang mulia. Para sahabat bertanya, &#8220;Kau sudah mengalahkan musuhmu, sudah jatuh pedangnya kenapa kau pergi? (tidak langsung membunuhnya)&#8221;. Maka berkata Sayyidina Ali kw, &#8220;Dia meludahi wajahku, kalau aku memukulnya atau membunuhnya, aku takut kalau itu terjebak pada hawa nafsu dan amarahku&#8221;.</p>
<p>Kembali kepada masalah Hadits yang kita bahas “ mundurlah daripada segala pertikaian dan pertengkaran , katakan :Aku puasa, aku puasa”. (lalu kelanjutan hadits)</p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَخَلُوْفِ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَاللهِ تَعَالىَ مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَه وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِيْ اَلصِّيَامُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ وَاْلحَسَنَةُ بِعَشْرِأَمْثَالِهَا</p>
<p></strong></p>
<p>Demi Allah SWT yang menggenggam jiwaku, kata Sang Nabi, aroma yang tidak sedap dari mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi dari wanginya misik, kenapa? Penjelasannya pada Hadits selanjutnya:</p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِيْ ,</p>
<p></strong></p>
<p>karena ia rela, siapa orang yang senang kalau seandainya dari mulutnya tercium bau yang tidak sedap?! Tapi ia rela itu, ia terima itu <strong>ia menahan laparnya dan hausnya , karena menginginkan menjalankan perintah Allah</strong> , maka hal yang seakan &#8211; akan buruk, di hadapan Allah lebih indah.</p>
<p>Kalau kita kedatangan tamu empat orang misalnya, yang tiga orang mengenakan pakaian yang bersih, rapi dan sopan dan yang satu pakaiannya kotor penuh lumpur, tentunya yang dihargai yang berpakaian bersih. Aku ini datang dari jauh, jalan kaki kesini masuk melewati hutan belantara melewati lumpur dan lain sebagainya, mana yang lebih dihormati? , yang berbaju bersih atau yang berbaju kotor?, (tentunya) yang berbaju kotor, kenapa? Karena ia lelah untuk datang bertamu kesini datang jauh – jauh, walaupun tampaknya seakan akan kotor, lusuh, tapi ia datang dari jauh dengan pengorbanan yang besar. Allah memahami perasaan manusia itu tertekan dan tidak suka dengan itu, maka Allah menghiburnya dan Allah mengatakan Aku menghargai lebih daripada wanginya misik.</p>
<p>Lantas Allah meneruskan FirmanNya dalam Hadits Qudsi</p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">الصِّيَامُ لِيْ وَأَنَاأَجْزِيْ بِهِ,</p>
<p>Puasa itu adalah untuk-Ku dan Akulah yang membalas pahalanya.</p>
<p></strong></p>
<p>Semakin kita memperjuangkan puasa kita, maka semakin Allah memberikan ganjaran yang lebih indah. Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari, Rasul SAW bersabda, <strong>‘’Saling bermaaf –maafanlah kalian, menyelesaikan permasalahan kalian di dunia selagi masih bertemu di sini, apa- apa dari harta, kan datang suatu masa dimana tidak lagi berlaku dinar ataupun dirham</strong>, maksudnya tidak lagi berlaku emas, perak, uang, semuanya tidak akan berlaku kelak di akhirat. Jadi, alat tukar disana itu pahala dan dosa. Jadi, kalau dia punya kejahatan maka dia harus bayar, bayar dengan pahala bukan dengan uang, sekadar besar dosanya.</p>
<p>Oleh sebab itu, jagalah hari –hari kita khususnya bibir kita jangan menggunjing orang lain, dan mengumpat. Kalau sudah kadung mencaci orang, doakan orang itu. Rasul SAW berdoa pada Allah: <strong>&#8221; Wahai Allah, Siapapun orang – orang beriman yang pernah kucaci, jadikanlah itu baginya kedekatan pada-Mu di hari kiamat&#8221;</strong> . Iya, aku mencacimu tapi aku mendoakanmu juga.</p>
<p>Jika kalian berat meminta maaf kepada orang yang pernah kalian berbuat jahat, doakan dia, maafkan kesalahannya. Bahkan diadakan penelitian bahwa orang – orang yang mengidap penyakit yang tidak pernah sembuh, atau penyakit yang menahun , merasa penyakitnya semakin reda ketika mereka bisa memaafkan orang yang menyakitinya, ini penemuan di Amerika Serikat baru – baru ini.</p>
<p>Semoga Allah SWT memuliakan kita di dalam rahasia kemuliaan ramadhan. Wahai yang maha memberikan samudera cahaya keridhaan-Mu setiap detik Kau tawarkan kepada kami… Ya Rahman..Ya Rahiim..Kami ingin dekat dengan-Mu, kami rindu berjumpa dengan yang maha indah, kami rindu berjumpa dengan yang maha baik, kami rindu berjumpa dengan yang maha menyiapkan kami surga yang abadi, namun Rabbi..segala kekurangan kami membuat kami malu untuk memintanya, namun ketika kami mengingat samudera kedermawanan-Mu yang maha luas melebihi segenap kedermawanan, maka kami memberanikan diri memanggil nama-Mu, memohon segala kelembutan ,memohon segala hajat, memohon segala harapan, memohon segala keinginan, meminta terangkatnya segala kesulitan, meminta tersingkirnya segala musibah, meminta pada-Mu kebahagiaan dunia dan akhirat, dan hal itu bukan hal yang sulit bagiMu untuk mengabulkannya, pastikan di dalam perkumpulan mulia ini tidak satu wajahpun terkecuali Kau terangi dengan cahaya keindahan-Mu, tidak satupun dari semua nama kami terkecuali Engkau pastikan masuk kedalam surga-Mu, terkecuali Engkau pastikan dijauhkan dari api neraka, pastikan kami tidak melihat api neraka, pastikan nama- nama kami tidak ada di dalam penduduk neraka, pastikan kami wafat dalam husnul khatimah, pastikan kami dilimpahi kebahagiaan dunia dan akhirat.</p>
<p><strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:right;">فقولوا جميعا : يا الله&#8230;يا الله&#8230; يا الله &#8230;يارحمن يارحيم&#8230; لاإله إلا الله&#8230;.لاإله إلا الله، محمد رسول الله صلى الله عليه وسلم كلمة حق عليها نحيا وعليها نموت وعليها نبعث إن شاء الله تعالى من الأمنين ..</p>
<p></strong></p>
<p>Suatu riwayat yang diriwayatkan didalam riwayat yang tsiqah ‘’Ketika orang- orang yang telah masuk kedalam surga, terlihat di antara mereka wajah-wajah yang masih tidak tersenyum, lalu mereka berkata kenapa kalian belum bergembira, sedangkan di sini adalah tempat kegembiraan yang abadi !? mereka berkata kami ingin melihat keindahan Allah, kami belum di beri kesempatan untuk melihat keindahan dzat Allah. Maka malaikat ditanya oleh Allah ; Apa yang mereka minta wahai para malaikat-Ku? Malaikat menjawab, Rabbi..mereka ingin melihat keindahan dzat-Mu, sedangkan mata mereka selalu berbuat maksiat, mata mereka selalu memandang banyak hal- hal yang haram di muka bumi , tiada pantas memandang keindahan dzat-Mu Wahai Allah..Maka Allah berkata : Singkapkan tabir yang menghalangiKu dengan mereka, karena mereka pernah mengalirkan airmata rindu berjumpa dengan Ku, biarkan mereka melihat keindahan dzat-Ku. Pastikan mata kami memandang keindahan dzat-Mu Ya Rabb..Ya Dzal jalaali wal ikraam..</p>
<p>Semoga Allah meringankan beban- beban kita, semoga sukses, amin Allahumma Amin…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/payibnuyusuf.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/payibnuyusuf.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/payibnuyusuf.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/payibnuyusuf.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/payibnuyusuf.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/payibnuyusuf.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/payibnuyusuf.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/payibnuyusuf.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/payibnuyusuf.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/payibnuyusuf.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/payibnuyusuf.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/payibnuyusuf.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/payibnuyusuf.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/payibnuyusuf.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=payibnuyusuf.wordpress.com&amp;blog=7900980&amp;post=119&amp;subd=payibnuyusuf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/09/08/benteng-penghalang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/50f9c062bd2f62764ea54081074acd7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">payibnuyusuf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mempengaruhi Keturunan Adam</title>
		<link>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/08/24/mempengaruhi-keturunan-adam/</link>
		<comments>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/08/24/mempengaruhi-keturunan-adam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 03:29:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>payibnuyusuf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[adam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://payibnuyusuf.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[قَالَ رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ (صحيح البخاري Sabda Rasulullah saw: “Sungguh syaitan mengalir pada tubuh keturunan Adam pada aliran darahnya” (Shahih Bukhari). Dialah Allah Swt Al Wujud, Maha Mengetahui segala keadaan, Maha Memiliki setiap nafas dan kehidupan, Maha Mengawali dan Mengakhiri Kebahagiaan, Maha Menawarkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=payibnuyusuf.wordpress.com&amp;blog=7900980&amp;post=117&amp;subd=payibnuyusuf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://adungabdullah.blogspot.com/2009/08/mempengaruhi-keturunan-adam.html"><br />
</a></h3>
<p style="font-size:20px;text-align:right;"><strong> قَالَ رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :<br />
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ  (صحيح البخاري<br />
</strong></p>
<p>Sabda Rasulullah saw:<br />
“Sungguh syaitan mengalir pada tubuh keturunan Adam pada aliran darahnya” (Shahih Bukhari).</p>
<p><img title="Image" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/at-tin004.jpg" border="0" alt="Image" hspace="6" width="130" height="86" align="left" />Dialah Allah Swt Al Wujud, Maha Mengetahui segala keadaan, Maha Memiliki setiap nafas dan kehidupan, Maha Mengawali dan Mengakhiri Kebahagiaan, Maha Menawarkan Pengampunan dan tiada pernah terhenti dari zaman ke zaman.</p>
<p>Dialah Yang Maha Mendahului dan Maha Terdahulu atas segala kebaikan.</p>
<p>Sebagaimana kita lihat di waktu – waktu ramadhan sangat mudah bagi kita untuk melakukan ibadah, jauh berbeda dengan hari – hari lain.</p>
<p>Di bulan ramadhan mampu melakukan shalat tarawih 23 rakaat dan belum tentu bisa melakukannya di bulan selain ramadhan. Karena Allah Maha Dekat dan lebih dekat di bulan ramadhan. Juga Allah Swt membatasi kekuatan syaitan di bulan ramadhan.</p>
<p>Demikian dahsyatnya kekuatan syaitan untuk mempengaruhi panca indera, menundukkan telinga manusia agar tunduk pada hawa nafsu dan dosa, menundukkan penglihatan manusia agar ikut pada hawa nafsu dan dosa. Makin banyak sangka buruknya, makin banyak sombongnya, makin banyak menghina hamba Allah, semakin gelap keadaan itu maka semakin sempit terasa kehidupannya walaupun ia dalam keluasan harta, walaupun ia dalam kemudahan, walaupun ia dalam kebahagiaan.</p>
<p>Ketika jiwa bercahaya dengan cahaya Allah di majelis – majelis dzikir, di majelis – majelis taklim atau di tempat lain yang jiwa itu bercahaya dengan keagungan Nama Allah Swt maka di saat itulah terang – benderang sanubarinya, terang – benderang ruhnya dan akan terang – benderang seluruh panca inderanya dengan cahaya Allah, maka di saat itulah jiwanya berat untuk berbuat maksiat, berat untuk sangka buruk, berat untuk berbuat hal – hal yang hina diikuti seluruh panca inderanya yang juga merasa enggan berbuat dosa. Kenapa?</p>
<p>Allah Swt memuliakan dengan kehidupan ini disertai tuntunan Sang Nabi yang dengan itu runtuhlah kekuatan syaitan. Syaitan menjebak manusia kepada dosa dan kemaksiatan sejauh- jauhnya, dalam sekejap Allah bisa hapuskan dosanya jika ia banyak bertaubat.</p>
<p>Kasih sayang Ilahi Swt yang tentunya meruntuhkan kekuatan syaitan. Demikian agungnya dan khusnatullah kepada mukminin – mukminat.</p>
<p>Diriwayatkan di dalam Shahih Muslim, ketika Sayyidatuna Aisyah ra dikatakan oleh Sang Nabi <em>“datang kepadamu syaitanmu”,</em> maka berkata Sayyidatuna Aisyah ra<em> “ya Rasulullah apa di dalam diriku ini ada syaitan?”,</em> dan Rasul Saw menjawab <em>“ya betul, di hatimu dan di dirimu itu ada syaitan”. </em>Apakah di setiap manusia juga ada syaitannya? Rasul Saw menjawab <em>“ya benar pada setiap manusia itu ada syaitan penggodanya”,</em> lalu engkau? dan Rasul Saw menjawab <em>“ya pada diriku pun ada syaitannya, tapi Allah Swt sudah menundukkannya sampai syaitan itu pun menyerah”.</em> Demikian riwayat shahih muslim memperjelas daripada hadits riwayat Shahih Bukhari ini bahwa syaitan itu mengalir di setiap aliran darah keturunan Adam.</p>
<p>Bulan ramadhan Allah Swt mengikat syaitan, maka sedemikian para mufassir melemahkan dan menafsirkan makna hadits ini yaitu adalah syaitan dilemahkan oleh Allah karena Allah memberikan kekuatan iman lebih besar kepada muslimin – muslimat di bulan ramadhan. Karena Allah Swt melipatgandakan pahala mereka lebih besar di hari – hari ramadhan dibandingkan hari lain. Bersandarkan dengan hadits Shahih Bukhari bahwa Rasul Saw bersabda <strong>“amal pahala umatku dikalikan 10X sampai 700X lipat”.</strong></p>
<p>Itulah, Allah bantu pula kita dengan melemahkan syaitan. Banyak sekali anugerah yang Allah munculkan di bulan ramadhan dan di saat itu Allah persempit kekuatan syaitan.</p>
<p>Bulan ramadhan juga bulan shadaqah. Diriwayatkan oleh Sayyidatuna Aisyah ra bahwa Rasul Saw sangat dermawan di bulan ramadhan, ini diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari.</p>
<p>Di dalam bershadaqah ada hal yang perlu diperjelas, shadaqah yang paling agung adalah shadaqah kepada kerabat sendiri sebelum kepada yang lain. Kerabat itu lebih dulu daripada yang lain, demikian Rasul Saw mengajarkan. Kalau ayahbundanya tidak susah maka kepada kerabatnya, lalu kepada tetangganya lalu kepada fuqara.</p>
<p>Rasul Saw telah menyampaikan ini berkali – kali riwayat Shahih Bukhari dan Shahih Muslim ketika Abu Thalhah Al Anshori ra adalah salah seorang Anshar yang kaya – raya. Dia mempunyai satu taman rekreasi disebut kebun dan taman rekreasi itu merupakan asset harta yang mahal dan luar biasa dan sangat mewah di masa itu. Ketika turunnya ayat <strong>“kalian belum mendapatkan kesempurnaan sebelum menginfaqkan yang kalian cintai”.</strong> Ayat ini turun di masa itu maka Abu Thalhah Al Anshori ra datang kepada Rasululluh, ya Rasulullah ini kebun rekreasi aku infaqkan karena Allah Ta’ala karena aku menyayanginya, kuinfaqkan untuk Allah. Rasul Saw tahu Abu Thalhah ra ini orang baik, orang mulia tapi punya 1 kekurangan kecil, 1 kekurangan kecil saja dan kekurangannya lupa pada kerabatnya yang susah.</p>
<p>Maka Rasul Saw tidak menghardik Abu Thalhah dengan ucapan <em>“engkau ini keluargamu tidak kau perhatikan, kau kaya – raya sendiri”. </em>Tidak demikian, namun Rasul Saw berkata<em> “Abu Thalhah kau mau infaqkan ini kebun rekreasi yang demikian mewah dan megahnya?”, </em>maka Abu Thalhah berkata <em>“benar ya Rasulullah”.</em> Rasul Saw menjawab<em> “karena Allah?”,</em> Abu Thalhah menjawab <em>“ya, karena Allah”.</em> Kalau begitu kau bantu aku untuk menyampaikannya kepada yang berhak. Abu Thalhah menjawab <em>“mau ya Rasulullah”.</em> Kau yang sedekahkan kepada Allah dan sekarang sampaikan kepada yang berhak, mau bantu aku untuk menyampaikannya kepada yang mustahiq?, Abu Thalhah menjawab<em> “mau ya Rasulullah” </em>Rasul Saw berkata <em>“tolong sampaikan kepada kerabatmu yang susah”.</em> Menangis Abu Thalhah mendengarnya, Subhanallah! Rasul Saw menegurnya dengan teguran yang demikian lembut. Kerabatmu banyak yang susah, sekarang kau datang padaku mau menginfaqkan hartanya. Demikian hebatnya, Rasul Saw berkata tolong sampaikan kepada orang susah yaitu keluargamu, benahi keluargamu. Ya Rasulullah engkau lebih perhatikan keluargaku daripada diriku sendiri, demikian indahnya tuntunan Nabi kita Muhammad Saw.</p>
<p>Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, salah seorang ayah mempunyai anak, anaknya susah dan ayahnya mampu. Ayahnya menaruh hartanya di Masjid Nabawiy untuk diberikan kepada fuqara, yang mengambil anaknya maka ayahnya berkata <em>“hai, itu bukan untukmu tapi untuk fuqara!”,</em> anaknya berkata<em> “tapi aku juga tergolong fuqara, aku orang yang mustahiq”. </em>Maka ayahnya datang kepada Rasul Saw <em>“ya Rasululullah aku mau berikan pada fuqara malah diambil anakku!”,</em> Rasul Saw bertanya <em>“anakmu fuqara?”, </em>ayahnya menjawab <em>“ya, ia fuqara ya Rasulullah”,</em> kalau begitu harta itu untuknya.</p>
<p>Jangan lupakan ayahbunda, ini akan masuk bulan ramadhan al mukarram puaskan jiwa untuk bakti pada ayahbunda bisa dengan harta dan bukan hanya dengan harta bisa dengan akhlak dan budi pekerti sehingga berkata Sayyidina Abdullah bin Umar Ra diriwayatkan oleh Imam Bukhari didalam kitabnya Adabul Mufrad, ketika datang seseorang yang sudah banyak berbuat dosa, mengadu kepada Abdullah bin Umar ra karena Rasul Saw telah wafat, Abdullah bin Umar bertanya <em>“apakah engkau mempunyai ibu?”,</em> sudah wafat <em> “punya ayah?”,</em> sudah wafat. Ya sudah kalau begitu banyak istighfar saja, banyak beramal sholeh. Ketika orang itu pergi, orang yang disebelah Abdulllah bin Umar bertanya <em>“ya ibn umar kenapa engkau tadi bertanya apa ada ibunya, ada ayahnya?”,</em> hubungannya apa antara ayah dan ibunya dengan orang itu? Abdullah bin Umar berkata<em> “aku tidak temukan satu penawar dosa yang lebih daripada menyenangkan hati ayah dan bunda”,</em> itulah penawar dosa yang paling dahsyat. Itulah yang memadamkan kemurkaan Allah Swt.</p>
<p>Oleh sebab itulah Allah Swt menjadikan perantaraan kehidupan lewat ayahbunda, mereka adalah perantara kehidupan tapi jangan lupa juga dengan perantara hidayah iman, Sayyidina Muhammad Saw. <strong>“Belum sempurna iman kalian sebelum aku lebih dicintainya dari ayah dan ibunya, dari anak- anaknya, dari seluruh manusia”.</strong></p>
<p>Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari tentang bagaimana dahsyatnya akan datang fitnah, kerusakan dan permasalah yang menimpa di permukaan bumi ini. Rasul Saw mengatakan kelak di akhir zaman akan datang waktunya harta itu akan luas dan menjadi sejahtera seluruh permukaan bumi. Sehingga tidak ada satupun yang mau menerima shadaqah karena semuanya sudah luas dan berlebihan sehingga menerima shadaqah adalah hal yang sangat hina karena semuanya sudah berkecukupan.</p>
<p>Apakah hal itu mungkin terjadi? Akan muncul pula keluasan yang akan menimpa muslimin – muslimat dengan keberkahan dan kekayaan sehingga di saat itu harta di tangan orang – orang mulia, orang – orang baik yang akan diberi kekayaan oleh Allah Swt yang dengan itu orang – orang lain akan menginduk pada orang – orang yang baik.</p>
<p>Allah melimpahkan harta seluas – luasnya sebagaimana firman Allah Swt <em>“bila orang – orang beriman itu bertaqwa kepada Allah Swt, Allah akan tumpahkan keluasan dan keberkahan dari langit dan bumi”.</em> Oleh sebab itu ketika munculnya kebangkitan muslimin – muslimat di barat dan di timur dan tentunya juga di wilayah kita di Jakarta ini dengan semakin banyaknya kelompok dzikir, semakin banyaknya kelompok – kelompok shalawat, semakin banyaknya tabligh – tabligh besar, semakin banyaknya orang -orang yang menangis karena Allah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/payibnuyusuf.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/payibnuyusuf.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/payibnuyusuf.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/payibnuyusuf.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/payibnuyusuf.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/payibnuyusuf.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/payibnuyusuf.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/payibnuyusuf.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/payibnuyusuf.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/payibnuyusuf.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/payibnuyusuf.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/payibnuyusuf.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/payibnuyusuf.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/payibnuyusuf.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=payibnuyusuf.wordpress.com&amp;blog=7900980&amp;post=117&amp;subd=payibnuyusuf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://payibnuyusuf.wordpress.com/2009/08/24/mempengaruhi-keturunan-adam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/50f9c062bd2f62764ea54081074acd7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">payibnuyusuf</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://majelisrasulullah.org/images/stories/at-tin004.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
